Buram
Lima belas menit
terakhir monitor menyala
Sinar menyibak gelap ruang sadar; makin larut
Terlintas kertas-kertas bercorat-morat: warna-warna –
cenderung gelap
Terasa dentang-denyut jantung pada tubuh terlentang
Menyeruak aroma tinta yang tergores dalam
Kertas putih yang polos: dulu.
Kini bias nur membakar, berapi-api menyisakan abu.
Pada malam, pada sunyi merenung buram.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar