make me understand
Mozaik-mozaik amerta
Si pemimpi membedakan hal yang manusiawi yang bertentangan dengan hati
Without God life have no sense
Ada banyak hal yang kita tak mengerti dalam hidup. tetapi carilah sisi terang maka semua yang baik akan muncul. kita tak pernah tahu, usaha sekecil apa pun akan mengubah dunia.
Kamis, 20 September 2012
Rabu, 29 Agustus 2012
Buram
Lima belas menit
terakhir monitor menyala
Sinar menyibak gelap ruang sadar; makin larut
Terlintas kertas-kertas bercorat-morat: warna-warna –
cenderung gelap
Terasa dentang-denyut jantung pada tubuh terlentang
Menyeruak aroma tinta yang tergores dalam
Kertas putih yang polos: dulu.
Kini bias nur membakar, berapi-api menyisakan abu.
Pada malam, pada sunyi merenung buram.
Rabu, 25 April 2012
ini puisi gua, kutulis dengan sengaja
AKU DAN MALAM
Karya Mega L. Simamora
Malam gelap dan hening
Menghantar jiwa pada perenungan
Jiwa yang sunyi dan kesepian
Di antara lelap makhluk alam
Renung di bawah hamparan awan hitam
Dan tiada berbintang
Makhluk yang risau bercerita pada malam
Tertiup angin merasuk pikiran
Dalam diam kami berhadap-hadapan
Aku dan malam
TENTANG ANAK JALANAN
Karya Mega L. Simamora
Lembut sepoi sapaan angin malam
Menembus pori kulit kusam
Yang renta dari siang
Pada gelap aku bercerita
Akan lelahku di tengah siang
Akan aroma amis anak jalanan – serupa aku
Merenggut recehan
Harapku di tengah jalanan.
Inilah Hidup
Di bawah hamparan angkasa biru
Kita merajut seribu harap
Memandang hitam gelap adalah teman
Siang waktu berpacu mengejar angan dan ingin
Dan malam tempat beradu
Melepas lelah mengantar lelap
Jika
Jika aku sedih pada siapa aku mengadu
Andai kutitipkan sedihku pada langit
Dia akan menangis menitikkan hujan
Andai kutitipkan amarahku pada laut
Dia akan geram melahirkan gelombang
Jika aku tertawa…
Ah, tak mungkin
yang ada hanya sedih dan geram.
Senin, 05 Maret 2012
puisi-puisi februari
SEPENGGAL SAJAK SEPI
Oleh Mega Lestari Simamora
Dikala senja usai, aku akan merangkai cerita untukmu, malam
Yang dingin,hitam, gelap tiada gemintang
Kita akan beradu cerita dalam pekat
Dan angin akan jadi saksinya
Akan kukisahkan tentang ragaku yang renta
Tentang kejamnya siang,yang mengiris
Membiarkan sepenggal jiwaku lenyap
Tergilas benda-benda liar dikala itu
Andai siang tiada, maka kekasih hatiku masih ada
Tentang lumuran darah di sepanjang jalan,
Tentang dukaku atas kepergian kasihku.
Sketsa Kontan, Desember 2011
SAJAK RINDU UNTUK IBU
Oleh Mega Lestari Simamora
Bu, bagaimana kabarmu hari ini?
Aku merindukanmu bu, rindu sekali
Sungguh ingin kudekap erat dikau malam ini
Hangatkan temperatur tubuhmu yang makin tak stabil
Tapi, raga kita dibentengi dinding pemisah
Berpaut terlampau jauh.
Ibu, tahukah bu
Aku merantau di negeri orang, yang penghuninya tak kukenal
Aku di sini sakit bu, terbebani selaksa rindu
Kian makin menyeruak tak karuan.
Aku ingin pulang, mengelus wajah kusutmu
Menghapus peluh yang membanjir.
Tapi…
jangan sesekali titikkan airmata sedihmu, bu
Bersebab aku tak kan mampu membayarnya
Dengan apapun juga, karena aku saja adalah bagian dari dirimu.
Aku hanya ingin ibu tahu, aku selalu menyayangimu.
Sketsa KONTAN, Desember 2011
SELAKSA BAYANGMU
Oleh Mega Lestari Simamora
Gerimis pagi ini menghasutku
Menghantarmu pada nelangsa khayalku
Lagi mataku terpejam, membunuh bayangmu
Namun makin merasuk hingga ke pundi lambungku
Kamu itu masa lalu, jangan campuri urusanku
Enyahlah bayangmu, kumohon
Ah, sekarang aku tahu
Aku bilang tidak mencintaimu lagi
Sementara aku tak sanggup melupakanmu
Sketsa Kontan, Desember 2011
JANGAN BILANG
Oleh Mega Lestari Simamora
Jangan bilang aku harusnya mencinta
Sementara aku tak mengenal cinta
Cinta itu apa? Apa yang kamu maksud dengan cinta
Aku tak tau mencinta, sebab tak kau ajari aku dengan cinta
Mana cintamu?
Persetan dengan cinta dalam dirimu
Sungguh aku tak tahu bagaimana cara mencinta
Kaupun tak mengenalkanku cinta
Karna cinta yang kamu miliki adalah racun maut.
Sketsa Kontan, Desember 2011
Minggu, 13 November 2011
menjaga eksistensi bangsa
MENJAGA JATI DIRI BANGSA INDONESIA
I. Pendahuluan
Indonesia merupakan Satu bangsa yang memiliki beragam budaya, yang meliputi aneka ras, suku bangsa, bahasa dan agama. Namun untuk menyatukan itu semua, terlebih ditinjau dari segi bahasa, bangsa Indonesia memiliki bahasa persatuan, bahasa resmi, bahasa nasional, dan bahasa Negara, yang diduduki oleh satu bahasa yaitu bahasa Indonesia. Keberagaman manusia Indonesia dapat berbaur antara yang satu dengan lain melalui bahasa persatuan yang dapat saling dimengerti sesama masyarakat. Namun meskipun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa dewasa ini sangat banyak terlihat sikap negatif yang ditunjukkan oleh masyarakat Indonesia sendiri. Sebagai pengguna atau penutur bahasa, seharusnya masyarakat bangga berbahasa Indonesia. Tetapi pada kenyataannya rasa kebanggaan tersebut belum tertanam pada bangsa kita sendiri. Banyak di antara kita yang lebih bangga dan menghargai bahasa asing dibandingkan dengan bahasa negaranya sendiri. Hal ini terlihat pada berbagai hal, yakni banyaknya masyarakat yang sangat bangga dan menunjukkan kemahirannya menggunakan bahasa asing sekalipun mereka tidak mahir menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Banyak yang malu tidak menguasai bahasa asing tetapi tidak pernah malu tidak menguasai bahasa Indonesia. Banyak orang Indonesia menganggap remeh bahasa Indonesia dan tidak mau mempelajarinya karena merasa dirinya telah menguasai bahasa Indonesia dengan baik. Banyak merasa dirinya lebih pandai daripada yang lain karena telah menguasai bahasa asing dengan fasih, walaupun penguasaan bahasa Indonesianya kurang sempurna. Bahkan yang lebih memprihatinkan bukan hanya masyarakat biasa yang tidak dapat menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidahnya, tetapi juga dari kelompok masyarakat yang tergolong sebagai masyarakat intelek melakukan penyimpangan baik dari penggunaan kalimat, tanda baca, pemakaian istilah dan lain-lain. Demikian juga dengan dunia pendidikan, khususnya di daerah-daerah masih sangat banyak para siswa yang merasa malu menggunakan bahasa Indonesia di dalam sekolah, bahkan untuk guru sebagai pendidik masih ada juga yang menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa pengantarnya dalam mengajar. Semua hal dan sikap negatif tersebut tidak menutup kemungkinan akan melunturkan jati diri bangsa Indonesia. Bertitik tolak dari pentingnya menjaga bahasa Indonesia sebagai penanda jati diri bangsa maka bahasa Indonesia itu perlu dibina dan dilestarikan.
Dari berbagai pernyataan tersebut maka dapat diambil rumusan masalah, antara lain:
a) Apa yang menyebabkan mulai lunturnya jati diri bangsa khususnya ditinjau dari segi bahasa?
b) Bagaimana cara untuk membina dan melestarikan bahasa pemersatu kita?
Kamis, 10 November 2011
tentang syair kehidupan
Bukan bintang sejati
Kucoba menghancurkan ego
Walau hasrat tak terelak
Kan kukuburkan seribu kisah
Lenyap bersama mentari di suatu senja
Di pantai ini kuikrarkan, enyahlah tentangmu bagiku
Bintang malam yang pernah kupuja
Kudamba, kudoakan
Namun kini tlah menaruh luka
Sebab dalam setiap air mata
Bintangku menebas harapan,
Resah karna bayangmu
Luka teramat dalam kau tanam
Menyisakan seribu kisah mengiris.
Saat terluka
Tembang nan syahdu kupersembahkan untukmu
Dari rasa menjadi kata dalam bahasa
Kurangkai indah pada simphoni merdu
Satu hati yang kubangga, kupuja, kuinginkan
Saat rasa mulai berbuih padamu
Malah hadir tembang lain dengan nada sumbang
Dikau membuka hati untuknya
Kidungku tak lagi dihiraukan olehmu
Seribu tembang manismu hanya untuknya
Dan kau tak menganggapku lagi.
Dari rasa yang tulus kau nodai
Bukan sesalmu, malah tumbuh duri dalam hatiku
Kau hadirkan seribu luka pada kalbu
Merasuk merapuhkan hidupku
Ketulusanku dibalas dengan perih berabu.
mega.goAhed
Langganan:
Postingan (Atom)
