adalah aku dalam luka tak terbalut
bersenandung duka, bersimpuh darah
dan akan mengering tulangku merapuh
akulah manusia tak dianggap
pekerja tanpa bayaran tak berhak
hanya berupah tempat dan sesuap makan
inilah paradigma tentang sebuah ketidaklayakan
ketiadaan hak tuk beri tanggapan
hidup makhluk tanpa pilihan
atas nama orang yang bertabur kejayaan
dengan amarah yang membumihanguskan
jiwa-jiwa jelata merintih kesakitan
akulah dia pemilik jiwa yang terkekang
yang terikat pada janji kepalsuan
pun jua kumeronta meratap
tak terharap sebuah pertolongan
atas nama makhluk jahanam

Tidak ada komentar:
Posting Komentar